BLANTERWISDOM101

Wanita Muda dalam Bis

Oktober 08, 2018
Bus kota (sumber: canva.com)

Beberapa hari lalu, sempat beredar sebuah tulisan di grup WhatsApp. Sebuah kisah yang entah penulisnya siapa. Namun sangat layak untuk dibagikan ulang, wajib tuk diingat dan ditanamkan dalam diri. Mungkin, ada yang pernah membacanya. Berikut ceritanya, mari simak!!

Ada seorang wanita muda, tengah duduk santai di dalam bis yang melaju ke tengah kota. Di suatu pemberhentian bis, seorang wanita tua yang cerewet dan berisik naik ke dalam bis dan duduk di samping wanita muda tadi. Tas-tas bawaannya yang berat dia tumpuk begitu saja di atas kursi, membuat wanita muda itu harus menggeser duduknya sambil setengah terjepit di antara tas-tas berat dan jendela bis.

Seorang pemuda yang duduk di bangku sebelah melihat kejadian itu dengan kesal, dan bertanya kepada wanita muda itu, "Kenapa kamu tidak bicara saja, katakan pada wanita tua itu bahwa kamu jadi terganggu...".

Sambil tersenyum, wanita muda itu menjawab, "Saya rasa, tak perlu bersikap kasar dan beradu argumentasi untuk sesuatu yang sepele seperti ini. Perjalanan bersama kita ini terlalu singkat. Saya juga akan turun di perhentian bis berikutnya, di depan nanti.".

Ya, jawaban wanita muda tadi sangat pantas untuk ditulis dengan huruf emas. "Kita tidak perlu berdebat untuk sesuatu yang sepele. Perjalanan kita bersama amat singkat."

Kalau kita tahu bahwa perjalanan hidup ini begitu singkat, maka kita tidak akan mau membuang tenaga dengan terus mengeluh, merasa tidak puas, bersikap mencari-cari kesalahan. Karena semua hanya membuang waktu kita di perjalanan yang singkat ini.

Apakah seseorang sudah melukai bahkan menghancurkan hatimu? Tetaplah tenang, perjalanan hidupmu terlalu singkat. Apakah seseorang sudah menghianati, mengejek, menipu atau bahkan menghinamu? Tetaplah tenang, maafkan mereka, karena perjalanan hidup kita sangat singkat. Apapun masalah yang dibuat oleh orang lain kepada kita, mari kita selalu ingat bahwa perjalanan hidup kita sangat singkat.

Tak seorang pun yang tahu, kapan perjalanan hidupnya akan berakhir. Tak ada orang yang tahu kapan dia akan tiba di perhentian bis yang berikutnya. Perjalanan hidup kita bersama sangat singkat.

Mari kita saling memberikan kebahagiaan kepada keluarga dan teman-teman kita. Mari kita saling menaruh hormat, saling berbuat baik dan saling memaafkan satu dengan yang lain. Mari kita isi hidup ini dengan rasa syukur, bahagia dan selalu berbuat baik untuk sesama.

Kalau saya pernah menyakiti hati saudaraku atau sahabatku sengaja maupun tanpa sengaja, mohon dimaafkan. Bila sahabat atau saudaraku pernah menyakiti hatiku, saya sudah maafkan semua. Karena, perjalanan hidup kita terlalu singkat.

Ngomong-ngomong, seluruh paragraf di atas, kecuali paragraf pertama adalah isi dari tulisan yang dibagikan di grup WhatsApp. Hanya disalin, perbaiki sedikit menurut versiku yang lebih nyaman untuk dibaca. Meski begitu, mengeditnya tetap dari hati, ada baper-baperan sedikit, sampai mau nangis. Serius, I think tulisannya masuk banget ke hati. benar-benar menginspirasi. And, an apology at the paragraph before it, I write it from my heart too. “Please forgive me and I also forgive you.. Mari selalu ingat, bahwa perjalanan hidup kita terlalu singkat. Saya ulangi lagi, perjalanan hidup kita terlalu singkat, hanya sementara.

Bagaimana menurutmu? Jika kamu sependapat denganku, bagikan tulisan ini supaya dapat menginspirasi orang-orang lainnya. Jangan lupa tinggalkan komentar positifnya juga ya. Happy weekday!! Have a nice day. Jangan lupa bersyukur supaya bahagia☺️
Share This :
Opin Grasela

A learner who has a high interest in education, mathematics, technology, entrepreneurship, and art.

0 comments