BLANTERWISDOM101

Menjadi Besi Pisau atau Besi Biasa

Oktober 04, 2018
Besi yang ditempa (sumber: canva.com)

Pernahkah kamu, berpikir kalau hidup ini sangat susah? Sudah berjuang mati-matian tapi tidak ada hasil. Sudah melakukan ini-itu, tapi tetap saja, gagal. Apa kamu tidak pantas sukses dan berbahagia layaknya orang lain? Apa hidup sepilih-kasih ini, hingga ia menganak-tirikanmu?

Tenang!! Jangan berburuk sangka dulu. Teruntuk kamu yang tengah dilema menghadapi hidup, yang merasa bahwa hidup ini berat kadang rasa-rasa tidak kuat, yuk simak cerita berikut ini baik-baik!

Sebagaimana yang tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an, bahwa bersama kesulitan ada kemudahan, setiap masalah ada solusinya, setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Tidak terkecuali, tentang sebilah besi. Anggap saja, di dalam hidup ini ada dua jenis besi. Pertama besi pisau tajam, kedua besi bulat biasa. 

Besi pertama sebenarnya adalah besi biasa juga. Namun, karena telah melalui berbagai proses tempaan luar biasa, akhirnya ia menjadi besi pisau. Besi pisau yang tajam. 

Pada proses awal, Besi pertama dibakar sepanas-panasnya hingga menjadi sedikit lunak, kemudian dipukul dengan benda yang sama kerasnya. Dipukul terus menerus hingga lempeng. Namun besi kedua hanya didiamkan.

Besi pertama dipotong, tepiannya digilas, diampelas, dibentuk menyerupai pisau. Besi kedua tetap tidak diapa-apakan. Kemudian, besi pertama kembali ditempa. Ia dipanaskan lagi berulang-ulang, diampelas lagi, hingga menjadi besi pisau seutuhnya.  Besi kedua, hanya didiamkan.

Lalu jadilah!! Sebilah besi pisau dan sebilah besi biasa. Namun, hal itu belum selesai, besi pisau masih harus diasah. Ia harus digesekkan dengan benda yang kasar dan keras, batu asah, dahulu. Hal itu harus dilakukan terus-menerus, setidaknya seminggu sekali.

Setelah bertahun-tahun, apa yang akan terjadi dengan kedua besi tersebut? Tentu saja, besi pertama menjadi pisau yang tajam dan bermanfaat bagi sekelilingnya. Besi kedua menjadi berkarat, bahkan mengeropos. Ia hanya menjadi biang penyakit bagi sekelilingnya.

Jadi, mau jadi besi apakah kamu? Menjadi besi pisau atau besi biasa? Hal itu adalah pilihanmu, semua tergantung keputusanmu. Tetapi saya yakin, menjadi besi pisaulah pilihan terbaik. Dan, bersabarlah! Selalu ada Allah bersama kita. Allah Maha tahu yang terbaik untuk kita. Jika kamu merasa saat ini hidupmu terasa berat seberat-beratnya, sakit sesakit-sakitnya, bersyukurlah. Barangkali, kamu tengah ditempa dan diasah untuk dipertajam layaknya sebilah pisau.

Sepakaaatt?? Jangan lupa tinggalkan komentar positifnya, serta bagikan tulisan ini supaya dapat menginspirasi orang-orang lainnya. Happy weekday!! (again) Have a nice day. Jangan lupa bersyukur supaya bahagia☺️
Share This :
Opin Grasela

A learner who has a high interest in education, mathematics, technology, entrepreneurship, and art.

0 comments