Menapaki jejak-jejak
Yang entah kan berujung
Ku dapati lansia dengan gentar
Mendorong gerobak menjual
makanan
Ketika hati mulai menggerutu
Mengoceh tak jelas tanda tak
ikhlas
terpaksa berkokok mendahului
ayam
ku lihat adik kecil
berlari riang menjajakan koran
di tepi-tepi jalanan
Saat asa sedikit menyerah
Pikiran menyeruak menghapus
angan
Merasuki mimpi mulai tak
bernadi
Ku dengar difabel menggapai
nobel
Ah..
Lupakah aku cara bersyukur?
Nikmat-Nya mana lagi harus
kudustakan
Perindustrian II, 222812052017
Share This :


0 comments