Mereka bilang aku hama
Aku pengganggu
Mereka membasmiku
Menyemprotiku dengan
cairan memusingkan, pestisida
Benar
Bisaku hanya menggigiti
tanaman mereka
Tuk mengisi kekosongaan
perut mungilku
Tidak
Kadang aku hanya
menyantapi gulma-gulma
Di sekitar tanaman
mereka
Tapi tetap saja
Mereka meyemprotiku
dengan cairan maut itu
Membuatku pusing hampir
mati
Tak jarang, jantungku
hampir berhenti berdetak
karena ulah mereka!
Ah.. sudahlah
Itu bukan aku lagi
Aku tak lagi sama
Tak lagi seperti dulu
Sekarang aku bukan ulat
Bukan hama pengganggu
tanaman mereka
Aku sudah menggulung
diriku
Membungkusnya dengan
bungkus kuat nan halus
Cairan maut itu takkan
bisa lagi mengancam nyawaku
Predator-predator akan sulit
menemukanku
Kini ku hanya diam
membatu
Berlindung pada
ranting-ranting kering,
Daun-daun tua,
Atau daun yang tlah
berguguran di tanah
Sekarang, aku kepompong
Aku kan kuat melawan
derasnya angin
Menerjang badai petir
sekalipun
Aku dapat melaluinya
Aku tangguh
Aku kepompong tangguh
Aku kan jadi kupu-kupu
Beberapa hari lagi
rupaku kan indah
Aku dapat terbang dengan
kedua sayapku
Aku cantik
Mereka kan menyukaiku
Perindustrian II,
214410052017
Share This :


0 comments