BLANTERWISDOM101

Kepompong Tangguh

Maret 10, 2018
Kepompong (sumber: canva.com)

Mereka memanggilku ulat
Mereka bilang aku hama
Aku pengganggu
Mereka membasmiku
Menyemprotiku dengan cairan memusingkan, pestisida

Benar
Bisaku hanya menggigiti tanaman mereka
Tuk mengisi kekosongaan perut mungilku

Tidak
Kadang aku hanya menyantapi gulma-gulma
Di sekitar tanaman mereka

Tapi tetap saja
Mereka meyemprotiku dengan cairan maut itu
Membuatku pusing hampir mati
Tak jarang, jantungku hampir berhenti berdetak
karena ulah mereka!

Ah.. sudahlah
Itu bukan aku lagi
Aku tak lagi sama
Tak lagi seperti dulu

Sekarang aku bukan ulat
Bukan hama pengganggu tanaman mereka
Aku sudah menggulung diriku
Membungkusnya dengan bungkus kuat nan halus
Cairan maut itu takkan bisa lagi mengancam nyawaku
Predator-predator akan sulit menemukanku

Kini ku hanya diam membatu
Berlindung pada ranting-ranting kering,
Daun-daun tua,
Atau daun yang tlah berguguran di tanah

Sekarang, aku kepompong
Aku kan kuat melawan derasnya angin
Menerjang badai petir sekalipun
Aku dapat melaluinya
Aku tangguh
Aku kepompong tangguh
Aku kan jadi kupu-kupu

Beberapa hari lagi rupaku kan indah
Aku dapat terbang dengan kedua sayapku
Aku cantik
Mereka kan menyukaiku

Perindustrian II, 214410052017

Share This :
Opin Grasela

A learner who has a high interest in education, mathematics, technology, entrepreneurship, and art.

0 comments