![]() |
| Perahu (sumber: canva.com) |
Seperti perahu mungil,
terombang-ambing di 1/3 malam kedua,
di tengah lautan,
dihempas gelombang,
diterjang badai.
Bukan sekadar derasnya hujan
yang terus-menerus mengguyur membasahinya,
kilat dan halilintar pun ikut menyambar-nyambar,
seolah ingin melahap habis si perahu mungil.
Dan perahu mungil bisa apa?
Perahu mungil tetaplah perahu mungil.
Ia takkan bisa lari,
takkan bisa pergi kemana-mana.
Tak akan bisa apapun.
Tidak akan bisa, tanpa adanya sang nelayan yang mengemudikannya.
Palembang, 16 Oktober 2016
terombang-ambing di 1/3 malam kedua,
di tengah lautan,
dihempas gelombang,
diterjang badai.
Bukan sekadar derasnya hujan
yang terus-menerus mengguyur membasahinya,
kilat dan halilintar pun ikut menyambar-nyambar,
seolah ingin melahap habis si perahu mungil.
Dan perahu mungil bisa apa?
Perahu mungil tetaplah perahu mungil.
Ia takkan bisa lari,
takkan bisa pergi kemana-mana.
Tak akan bisa apapun.
Tidak akan bisa, tanpa adanya sang nelayan yang mengemudikannya.
Palembang, 16 Oktober 2016
Share This :


0 comments