BLANTERWISDOM101

Elang Terpasung

Agustus 27, 2017
Gambar ilustrasi (sumber: canva.com)

Aku tidak tahan!
Ruangan ini benar-benar mengusikku
Aroma busuknya sampah, kotoran
Menyengat, menari-nari
Merasuki kedua rongga hidung

Cahaya?
Tak nampak oleh mataku cahaya di sini
Mentari pun enggan datang
Meski tuk sekedar mengernyitkan senyum manisnya

Hanya berlenterakan remang-remang dari kisi
Entah masih siang atau tlah malam
Tak dapat kubedakan

Sendiri?
Tidak, aku tidak pernah sendiri
Ada ribuan, bahkan jutaan orang berlalu lalang
Di sekitar ruang ini

Suara gaduh mereka
Tak pernah tinggalkan waktuku
Meski hanya sekejap

Mereka selalu bicara padaku
Meminta kedua kupingku
Memperhatikan kalimat mereka
Memekik saling rebutan
Menulikan pendengaranku

Tak dapat lagi kudengar bisikan lain
Bahkan, suara hatiku sendiri
Tak dapat jua ku dengar

Tolong, berhenti!
Berhenti memasungku!
Kaki serta tanganku tlah memar membiru
Sekujur tubuhku pun sudah setengah melumpuh

Aku ingin bebas
Terbang tinggi
Bercengkrama dengan awan
Atau
Hanya sekadar menatap birunya langit


Palembang, 235227082017
Share This :
Opin Grasela

A learner who has a high interest in education, mathematics, technology, entrepreneurship, and art.

0 comments